Perkuat Moderasi Beragama, MTsN 7 Malang Gelar Sarasehan Lintas Agama

Sebagai lembaga yang berada dalam naungan Kementerian Agama, MTs Negeri 7 Malang senantiasa berkomitmen untuk memperkuat kesadaran moderasi beragama di Indonesia. Salah satu bentuk komitmen tersebut dibuktikan lembaga dengan menggelar sarasehan yang melibatkan tokoh-tokoh lintas agama pada Sabtu, 26 November 2022.

Mengusung tema, “Menyemai Moderasi Beragama dalam Penguatan Keberagaman”, kegiatan ini dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Malang yang baru, yaitu Drs. H. Sahid,M.M. Turut hadir sebagai narasumber yaitu Kepala KUA Tumpang, Pengurus Gereja Jawi Wetan, Pengurus Gereja Bethel, Kepala dan siswa SMPK Wignya Mandala. Selain itu, hadir pula Camat Tumpang, Camat Pakis, Camat Tajinan, Camat Poncokusumo, Camat Jabung, Kepala KUA pakis, Ka KUA Tajinan, Kepala KUA Poncokusumo, Ka KUA Jabung, Koramil, Warga Madrasah.

Meskipun mengangkat tema yang “berat”, namun acara berjalan dengan akrab dan santai. Kakankemenag Kabupaten Malang dalam sambutannya menyampaikan bahwa Toleransi atau tasamuh yang diajarkan Islam tidak akan merusak misi suci akidah, melainkan sebagai penegasan akan kepribadian muslim di tengah pluralitas kehidupan beragama. Toleransi dalam Islam merupakan pewujudan nilai-nilai universal Islam sebagai agama untuk seluruh manusia, Rahmatan lil Alamiin.

Kakankemenag Kab. Malang sangat mengapresiasi Sarasehan Moderasi beragama yang digelar oleh MTsN 7 Malang karena selaras dengan program strategis-unggulan Kementerian Agama. Kakankemenag berharap MTsN 7 Malang menjadi agen pelopor moderasi beragama di lingkungan madrasah dan mampu menjadi tameng sikap ekstrem, baik ekstrim kanan maupun ekstrim kiri.

Dalam kegiatan yang digelar di Aula MTsN 7 Malang, Kepala KUA Tumpang menuturkan bahwa penguatan moderasi beragama di lingkungan sekolah sangatlah penting, untuk membangun kesadaran bersama tentang kerukunan antarumat beragama. Menurutnya, keragaman mempunyai potensi positif apabila dijaga dan dikelola dengan benar. Namun sebaliknya, ia dapat menjadi sumber konflik dan disintegrasi jika tidak disertai dengan kuatnya pemahaman budaya serta komitmen untuk menjaga kebinekaan. Toleransi beragama yang diterapkan secara seimbang akan melahirkan wajah Islam yang inklusif, terbuka, ramah, dan selaras dengan misi nubuwah Islam.

Senada dengan Kepala KUA Tumpang, Pendeta Lukas (GKJW Pulungdowo) dan Bu Yayuk (Pengurus Gereja Bethel), berpesan kepada peserta didik untuk memiliki sikap moderat dalam beragama, yakni rasional, rendah hati, terbuka dan bermanfaat. Dalam acara tersebut turut dihadirkan pula kesaksian siswa dari berbagai lintas agama, yakni Kristen, katolik, Islam, Hindu terkait dengan tema.

Acara yang disiarkan secara streaming melalui kanal Youtube tersebut mengusung pesan untuk kembali meneguhkan komitmen kebangsaan untuk senantiasa memuliakan harkat martabat manusia, toleran, serta menghargai perbedaan.

Alamat Madrasah

Jl. Raya Pandanajeng No. 25 Tumpang, Kab. Malang