Siswa-Siswi Kelas VII-VIII MTsN 7 Malang Siaga Bencana

Pembinaan “Pendidikan Mitigasi Bencana”
oleh Kelompok Dosen Pengabdian
Masyarakat di MTsN 7 Malang

Jl. Raya Pandanajeng No. 25 Tumpang Telp. 0341-8561108
Email : admin@mtsn7malang.sch.id

Info PPDB

MTsN 7 Malang – Bencana alam merupakan kejadian alam yang tidak dapat dicegah utamanya di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) merupakan negara kepulauan dan negara yang secara geografis memiliki kerawanan bencana alam yang tinggi. Data Informasi Bencana Indonesia (DIBI) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat selama 10 tahun (2005-2015) berbagai bencana mencapai 15.458. Sepanjang 2021-2022, selain menghadapi pandemi Covid-19, Indonesia juga dihadapkan dengan erupsi gunung Semeru pada Desember, banjir bandang di Kota Batu, Malang pada November, banjir di Sintang, Kalimantan Barat pada November, gempa di Bali pada Oktober, serta gempa di Majene dan Mamuju, Sulawesi Barat pada Januari.

Upaya yang dapat dilakukan adalah dengan menguatkan kapasitas masyarakat. Penguatan itu salah satunya dilakukan dengan memberikan pendidikan bencana yang melalui pendidikan formal. MTsN 7 Malang (14/6) menghadirkan Dosen Program Studi Ilmu Pengetahuan Sosial Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan, Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang. Kegiatan ini diawalli dengan stadium general dengan topik penanggulangan mitigasi bencana, untuk memberikan edukasi penanggulangan mitigasi bencana kepada Siswa-siswi MTsN 7 Malang, bertempat di mushola Al-Kindi MTsN 7 Malang. Dilanjutkan dengan Simulasi dikelas dan dihalaman sekolah, ketika terjadi gempa dan kebakaran yg dipandu oleh Dr. Saiful Amin, M.Pd.

Pemberian pendidikan bencana bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah melalui BPBD setempat saja, tetapi sekolah juga dapat membantu untuk memberikannya melalui kegiatan pembelajaran.Sebelumnya, seringkali pendidikan bencana  dilakukan oleh mata pelajaran geografi atau ilmu pengetahuan sosial (IPS).

“Kita sebagai warga yang berpendidikan, maka harus paham tipografi di negara kita, negara Indonesia, peserta didik harus dibekali pengetahuan tentang bencana alam, dan harus sigap terhadap bencana alam, kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat yang banyak tentang bencana alam”, ujar Bapak Dr. H. Abdul Bashith, M.Si selaku Wakil Dekan 2 Prodi Ilmu Pengetahuan Sosial, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Hal itu mengingat anak-anak juga merupakan salah satu kelompok rawan yang akan menjadi korban jika terjadi bencana alam. Maka dari itu, pemberian pendidikan bencana kepada siswa di sekolah menjadi sangat penting. Sekolah berkewajiban untuk memberikan pendidikan bencana tanpa harus menunggu wilayahnya mengalami bencana terlebih dahulu. (ddi)